Tuesday, September 26, 2023

Yesus Lahir dari Perawan Maria

Matius 1:18-23 (TB)

18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.

19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.

20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. 

21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." 

22 Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: 

23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" — yang berarti: Allah menyertai kita. 

Ada pertanyaan, "Bukankah tidak mungkin Maria yang sedang hamil tua, dibawa Yusuf bepergian dengan keledai 90 mil untuk melakukan sensus dari Nazaret ke Betlehem. 

Mereka menjawab Alkitab itu dongeng, karena waktu itu wanita tidak dihitung suaranya. Jadi buat apa Maria dibawa Yusuf untuk melahirkan Yesus di Betlehem? Yang jawab Atheist, dan hanya ingin membuktikan Alkitab itu dongeng. Dia tidak membaca kondisi kehamilan Maria. 

Maria hamil di luar nikah. Ia adalah seorang perawan, tidak menikah, tapi sudah hamil saat bertunangan dengan Yusuf. Tapi Maria mengandung bayi dari Roh Kudus, sebelum menikah dengan Yusuf. 

Alkitab mencatat, Yusuf ingin berpisah diam-diam, tapi melalui mimpi, Allah menyuruh Yusuf menikahi Maria. 

Yesus lahir dari seorang perawan bernama Maria. Ngomongnya gampang, tapi konsekuensinya berat. 




Kalau orang Nazaret tahu Maria hamil di luar nikah, akan dituduh berzina. Hukumannya tidak main-main : dirajam batu sampai mati. Lalu Yusuf menikahi Maria, tapi usia kehamilan tidak bisa ditutupi. Kalau bayi lahir, anggap saja 4 bulan setelah nikah, orang akan bilang "Tek Dung", nikah karena hamil duluan. Maria, Yusuf, dan bayi Yesus akan dirajam batu sampai mati, karena dianggap telah terjadi perzinahan.. 

Walau Alkitab tidak menjelaskan gamblang, itu menjelaskan kenapa Yusuf membawa Maria ke Betlehem saat dia harus sensus. Walau suara wanita saat itu tidak dihitung dalam sensus sekalipun, walau beresiko karena Maria hamil tua harus naik keledai 90 mil. Tapi lebih beresiko kalau saat ditinggal Yusuf, Maria melahirkan dan dituduh zinah. Maria, Yusuf dan bayi terancam dihukum rajam dilempari batu sampai mati. 

Maka tidak heran Yusuf membawa Maria ke Betlehem, melahirkan di sana, lalu mendaftarkan Maria dan Yesus sebagai anak dan istrinya.

Hal ini juga menjelaskan bahwa Yesus lahir dari seorang Perawan Maria, bukan sekedar mukjizat karena Allah iseng, mau menunjukkan kuasanya. Resiko wanita hamil di luar nikah, dan dituduh zinah saat itu sangat berat : mati dirajam dengan dilempari batu sampai mati. 

Yesus lahir dari perawan Maria, ada tujuannya, yaitu agar Yesus tidak lahir sebagai keturunan biologis Adam dan Hawa. Dengan demikian bayi Yesus adalah satu-satunya bayi yang lahir di dunia, tanpa mewarisi dosa asal dari kesalahan Adam dan Hawa.  Dosa Adam dan Hawa : melanggar larangan Allah untuk tidak makan buah pengetahuan. Itu sebabnya Yesus layak untuk mati di atas kayu salib, menebus dosa Adam, Hawa dan keturunannya. Kelahiran Yesus dari perawan Maria untuk mempersiapkan misi Yesus : mati di kayu salib sebagai tumbal mengganti Adam, Hawa dan keturunannya. Yesus bukan keturunan biologis Adam dan Hawa, sehingga tidak mewarisi dosa Adam dan Hawa. 


#MukjizatKelahiranYesus

Sunday, September 24, 2023

Bayi Tidak Lahir Suci Tanpa Dosa

 Kejadian 3:6-12 (TB)

6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya. 

7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.

8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. 

9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?" 

10 Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."

11 Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?"

12 Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan."


Sebelum manusia jatuh ke dalam dosa, Adam dan Hawa hidup di Taman Eden dengan sukacita. Mereka berdua telanjang, tapi tidak merasa malu, tidak ada kebutuhan akan pakaian. Kalau mereka lapar, tinggal makan buah yang tersedia di Taman Eden tanpa perlu mengusahakannya. Kalau haus ada sungai jernih di Taman Eden, tidak perlu mencari sumber air. Semua hewan tunduk kepada perintah manusia. Tidak ada kesedihan, penyakit, air mata, kematian, kebutuhan. 



Satu-satunya pantangan bagi manusia adalah makan buah pengetahuan yang ada di tengah Taman Eden. Tapi Adam dan Hawa melanggar satu-satunya pantangan itu. Mereka makan buah pengetahuan yang Allah larang untuk mereka makan.. 


Maka manusia mulai mengalami keterbatasan. Manusia menyadari ketelanjangannya, dan butuh pakaian. Manusia terusir dari Taman Eden, sehingga mau makan harus mencari dulu, mau minum harus mencari air bersih. Ada kesakitan, kesedihan, air mata, kematian. Manusia harus berjerih payah untuk memenuhi semua kebutuhannya. 


Dalam Alkitab, dosa adalah suatu yang diwariskan. Itu sebabnya, walau hanya Adam dan Hawa yang berdosa, semua keturunan Adam dan Hawa terusir dari Taman Eden. Lahir dalam keadaan telanjang, butuh pakaian, mau makan harus berusaha, mau minum harus berusaha, ada kesedihan, kesakitan, penyakit, dan kematian dalam diri setiap anak cucu Adam dan Hawa. 


Bayi dalam ajaran Alkitab tidak lahir suci tanpa dosa. Itu sebabnya bayi lahir terbuang dari Taman Eden, karena mewarisi dosa Adam dan Hawa. 


Itu sebabnya Allah mengirim Yesus Kristus, Anaknya yang Tunggal untuk menjadi tumbal menghapus dosa manusia, yang diwarisi dari dosa Adam dan Hawa. Yesus layak jadi tumbal menggantikan manusia, karena Yesus lahir dari anak dara Maria. Yesus tidak lahir dari hubungan sex Yusuf dan Maria, jadi Yesus bukan keturunan biologis Adam dan Hawa. Maka Yesus tidak mewarisi dosa Adam dan Hawa. Makannya Yesus layak menjadi tumbal untuk menghapus dosa Adam dan Hawa, yang diwariskan ke semua keturunan Adam dan Hawa. 


#DosaAsal #BayiTidakLahirTanpaDosa #MengapaYesusMatiDiKayuSalib

Monday, July 24, 2023

Pengakuan Yesus bahwa Ia adalah Allah

Orang Kristen memanggil Yesus sebagai Tuhan, dan menyembah Yesus. Tapi apakah Yesus di Alkitab, pernah mengatakan bahwa Ia adalah Allah atau Tuhan? Apakah Yesus pernah minta disembah seperti Orang Kristen menyembah Bapa di Sorga? 

Jawabannya, memang pernah.. Dimana? 

1.

Yohanes 13:13-15 (TB)

13 Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.

14 Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu;

15 sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.

Dalam Malam Perjamuan Terakhir, Yesus duduk makan dengan Murid-MuridNya. Lalu Yesus melakukan pembasuhan kaki Murid-MuridNya dan memberi perintah agar Murid-MuridNya mau saling merendahkan diri, mendahului dalam saling menghormati. Membasuh kaki dalam budaya Yahudi hanya dilakukan budak pada tuannya. Tapi Yesus membasuh kaki murid-muridNya. Yesus mengatakan bahwa Ia adalah Guru dan Tuhan dari Murid-MuridNya, tapi Ia mau merendahkan diri untuk melayani Murid-MuridNya. Dalam percakapan tersebut, Yesus secara gamblang mengatakan bahwa Ia adalah Tuhan. 


2.

Ayat lain dicatat dalam doa Yesus di Yohanes 17 : 5 sebagai berikut :

Yohanes 17:5 (TB)  Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.

Di ayat ini, dicatat kesaksian Yohanes tentang salah satu doa Yesus. Yesus berdoa pada Bapa di Sorga, agar Bapa mempermuliakan Yesus pada diri Bapa dengan kemuliaan yang Yesus miliki di hadirat Bapa sebelum dunia ada. Jadi Yesus paling tidak mengatakan bahwa Yesus ada bersama Bapa saat sebelum dunia ada. Jadi siapakah Yesus? 

Untuk mengerti doa Yesus ini, kita bisa menelaah jatidiri Yesus menurut permulaan Injil Yohanes :

Yohanes 1:1-10 (TB)

1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 

2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. 

3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. 

5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. 

6 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes;  

7 ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.

8 Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. 

9 Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. 

10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. 

Yohanes 1: 1-10 menjelaskan beberapa hal :

- Bahwa Yesus adalah Firman Allah

- Yesus sebagai Firman Allah, pada mulanya bersama-sama dengan Allah, dan Ia adalah Allah

- Segala sesuatu dijadikan melalui Firman Allah : "Jadilah... ", dan tanpa Firman Allah tidak ada satupun yang jadi dari yang dijadikan

- Firman itu datang ke dunia (dalam rupa manusia), yaitu dunia yang dijadikanNya, tapi orang-orang di dunia tidak mengenalNya

3. 

Yesus minta dihormati, sama seperti kita menghormati Bapa :

Yohanes 5:22-23 (TB)

22 Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak,

23 supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.

Ayat ini mencatat beberapa hal penting :

- bahwa Bapa di sorga telahmenyerahkan penghakiman seluruhnya pada Yesus

- bahwa Yesus harus dihormati sama seperti Bapa di Sorga dihormati

 Bapa di sorga adalah Tuhan yang harus disembah, dan menghormati Yesus sama seperti menghormati Bapa di Sorga tidak bisa lain dari menghormati Yesus sebagai Tuhan yang disembah juga.. 

Ayat ini tidak salah ketik atau salah kutib, karena bagian lain Alkitab mencatat hal yang senada :

Yohanes 14:9 (TB)  Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.

Yohanes 10:30 (TB)  Aku dan Bapa adalah satu."

Yesus berulangkali menyatakan bahwa Yesus dan Bapa di Sorga adalah satu. 


Thursday, April 7, 2022

Yesus berkata, Aku Tuhan, Sembahlah Aku

Orang Kristen menyembah Yesus sebagai Tuhan. Tapi ada satu pertanyaan krusial buat orang Kristen :

Apakah Yesus pernah berkata : Aku Tuhan, sembahlah Aku? 

Jawabannya pernah, walau pengakuan Yesus bahwa diriNya adalah Tuhan dan permintaan agar Yesus disembah tidak dalam satu rangkaian kata. 

Yesus mengaku dirinya sebagai Tuhan :

Yohanes 13:13-14 (TB)  Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.
Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu;

Pengakuan Yesus sebagai Tuhan ini diucapkan Yesus pada saat perjamuan terakhir. Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya lalu memberikan perintah agar para Murid saling melayani dan saling merendahkan diri satu sama lainnya. Lalu disitu Yesus mengaku secara gamblang bahwa Dia adalah Tuhan... 

Lalu apakah Yesus pernah minta disembah? 

Jawabannya adalah pernah...  Yesus berkata:


Yohanes 5:22-23 (TB)  Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak,
supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.




Dalam ayat ini Yesus menegaskan bahwa Allah telah menyerahkan seluruh penghakiman pada Yesus, supaya semua orang menghormati Yesus sama seperti mereka menghormati Allah Bapa. Bagaimana cara kita menghormati Allah Bapa kalau bukan dengan menyembahNya? Dengan kata lain Yesus ingin kita menyembahNya sama seperti kita menyembah Allah Bapa... 

Pertanyaannya, mengapa orang harus menyembah Yesus seperti menyembah Allah Bapa? Sebab Yesus dan Bapa adalah satu.. 

Yohanes 10:30 (TB)  Aku dan Bapa adalah satu."

Dalam ayat lain, Yesus mengatakan bahwa Bapa di dalam Yesus dan Yesus di dalam Bapa.... :

Yohanes 10:37-38 (TB)  Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku,
tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa."

Apa artinya Yesus dan Allah Bapa adalah satu? Injil Yohanes mendefinisikan Yesus sebagai Firman Allah yang menjelma menjadi manusia. Pada mulanya Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 

Yohanes 1:1-3, 14 (TB)  Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 
Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. 
Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.




Saturday, November 20, 2021

Yesus Kristus adalah Manusia Paling Mulia di Dunia

Bagi Orang Kristen, Yesus bukan sekedar nabi, Ia adalah manusia paling Mulia. Sejak lahir pun Yesus sudah bukan manusia biasa, karena kelahiranNya yang unik. Yesus adalah satu-satunya manusia yang lahir di dunia, tapi bukan keturunan Biologis dari Adam dan Hawa.


Hanya ada 3 manusia yang lahir bukan hasil hubungan seksual antara pria dan wanita, artinya bukan lahir sebagai hasil pembuahan sperma dan sel telur manusia :

1. Adam yang diciptakan dari debu tanah

2. Hawa yang diciptakan dari tulang rusuk Adam

3. Yesus yang dikandung dari Roh Kudus, lahir dari Perawan Maria. 


Alkitab mencatat kelahiran Yesus dari rahim perawan bernama Maria, dan bukan hasil hubungan biologis pria dan wanita :

Matius 1:18 (TB)  Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.

Matius 1:22-25 (TB)  Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:  "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" — yang berarti: Allah menyertai kita. Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.  



Keunikan lainnya adalah, bayi Yesus adalah satu-satunya bayi yang disebut sebagai Allah dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Yesus adalah Allah sekaligus manusia :

Matius 1:23 (TB)  "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" — yang berarti: Allah menyertai kita. 

Lukas 2:11 (TB)  Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. 

Bahkan Nubuat Yesaya yang ditulis 125 tahun sebelum kelahiran Yesus, menyebut Yesus sebagai Allah sekaligus manusia. Seorang anak telah lahir dan  namanya adalah Allah yang Perkasa :

Yesaya 9:6 (TB)  (9-5) Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. 

Tapi apakah Yesus sendiri pernah mengaku bahwa diriNya memang Tuhan? Jawabannya memang benar Yesus mengaku terus terang sebagai Tuhan, dan Dia sebagai Tuhan meminta Orang Kristen taat pada PerintahNya sebagai wujud penyembahan Orang Kristen pada Yesus :

Yohanes 13:13-14 (TB)  Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu;


Jadi memang Yesus lahir ke dunia sebagai manusia, tapi Yesus adalah Allah yang Perkasa. Yesus adalah satu-satunya manusia yang lahir di dunia, tapi tidak lahir dari hubungan biologis suami istri. Yesus lahir dari rahim seorang Perawan. Akibatnya Yesus bukan keturunan Biologis Adam dan Hawa, sehingga tidak mewarisi dosa Adam dan Hawa yang makan buah terlarang di Taman Eden. Maka Yesus adalah manusia yang paling Mulia di dunia. 

Tuesday, December 18, 2018

Pertanyaan-Pertanyaan Seputar Allah Tritunggal

Allah Orang Kristen hadir dalam 3 Pribadi yang merupakan satu kesatuan, yaitu Allah Bapa, Yesus Kristus, dan Roh Kudus. Berikut beberapa pertanyaan yang sering dilontarkan mengenai Allah Tritunggal dan jawabannya ;

  • Seperti apakah yang paling tepat menggambarkan Allah Tritunggal?
Walau Allah tidak dapat disamakan dengan ciptaanNya, tapi penggambaran paling dekat adalah seperti Manusia. Kejadian 1 : 26-27 menyatakan bahwa manusia diciptakan Allah menurut gambar dan rupa Allah.

26. Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
27. Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

Maka seperti seorang manusia terdiri dari tubuh, roh, jiwa yang merupakan 3 tapi 1, demikian pula Allah. Yesus adalah Firman/Jiwa Allah, dan Roh Kudus adalah Roh Allah. Allah Bapa, Firman Allah dan Roh Kudus Allah merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.


  • Apakah Allah Tritunggal ada di dalam Alkitab?
Sifat Allah yang Tritunggal dicatat dalam Alkitab, walaupun istilah Tritunggal tidak disebutkan secara eksplisit dalam Alkitab.  Istilah Allah Tritunggal adalah sebutan Teologi Sistematika untuk memudahkan orang mengerti ketiga Pribadi Allah. Salah satu ayat yang mencatat kemunculan 3 Pribadi Allah Tritunggal secara bersamaan adalah Matius 3 : 16-17 tentang peristiwa "Yesus Dibabtis  oleh Yohanes Pembabtis" :


16. Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
17. lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." (Matius 3 : 16-17)



  • Apakah Yesus pernah mengklaim diri-Nya sebagai Allah?
Ya, itulah sebabnya Imam-Imam Kepala Yahudi berusaha membunuh Yesus, karena Yesus melalui perkataanNya menyamakan diriNya dengan Allah. Beberapa yang dicatat Alkitab antara lain :
Yesus dan Allah adalah satu : Aku dan Bapa adalah satu. (Yohanes 10 : 30)
Melihat Yesus berarti melihat Allah : Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. (Yohanes 14 : 9)
Yesus memberikan hidup yang kekal : dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. (Yohanes 10 : 28)
Yesus mengampuni dosa : Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" (Markus 2 : 10 a)
Yesus adalah yang awal : “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku ada.” (Yohanes 8:5)
Yesus berkuasa di sorga dan bumi : Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. (Matius 28 : 18)
Yesus menghidupkan manusia : Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya. (Yohanes 5 : 21)

  • Kalau Yesus adalah Allah, mengapa Yesus juga berdoa pada Allah Bapa?
Seperti telah kita bahas di atas, pengandaian  terdekat Allah Tritunggal adalah seperti manusia. Manusia terdiri dari tubuh, roh, jiwa yang merupakan 3 pribadi tapi 1. Tubuh, Roh, Jiwa bisa berkomunikasi satu sama lain. Tubuh, roh, dan jiwa manusia punya kehendak masing-masing. Tapi ketiganya merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Contohnya kadang jiwa kita ingin bekerja terus, tapi tubuh kita ingin beristirahat karena lelah. Kadang di pesta, kita masih ingin mencicipi makanan, tapi tubuh kita kekenyangan. Saat kita sakit, kadang kita berkata pada diri kita "Aku harus sembuh". Demikian kalau manusia bisa berkata pada diri sendiri, demikian juga Firman Allah bisa berdoa pada Allah Bapa. 

Jelasnya, seperti manusia terdiri atas tubuh, roh, jiwa, maka Allah Tritunggal juga terdiri atas Allah Bapa, Roh Allah dan Firman Allah. Maka Yesus (Firman Allah) bisa berdoa pada Allah Bapa.

Selain itu Yesus adalah Firman Allah yang menjadi manusia. Yesus datang sebagai Kitab Yang Terbuka, untuk mencontohkan cara hidup yang baik kepada manusia, termasuk bagaimana cara berdoa dan berkomunikasi dengan Allah Bapa.

  • Kalau Yesus adalah Allah, dan Yesus mati di kayu salib, maka bukankah dunia berakhir?
Seperti dibahas sebelumnya, penggambaran paling dekat Allah Tritunggal adalah seperti manusia, karena manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Manusia terdiri dari tubuh, roh dan jiwa. Saat manusia mati, apakah semuanya berakhir? Tubuh memang mati, dan akan hancur saat dikubur atau dikremasi. Tapi roh dan jiwa manusia tidak hilang. Roh manusia itu akan dibangkitkan di akhir jaman dengan tubuh yang baru, untuk menghadap Takhta Pengadilan Allah. Demikian juga Yesus, Firman Allah yang menjadi manusia. Waktu Yesus mati di atas kayu salib bukan berarti Allah ikut musnah. Allah Bapa dan Roh Kudus tetap hidup. Kematian Yesus bukan akhir segalanya, Yesus mati untuk bangkit kembali, naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa Yang Maha Kuasa. Waktu Yesus terangkat ke sorga, Roh Kudus kemudian turun ke dunia untuk menggantikan peran Yesus di dunia, mendampingi umat manusia sampai Yesus datang kembali sebagai Raja di atas raja.




Saturday, April 21, 2018

Konsep Dosa dalam Kekristenan

Saya sering mendengar pertanyaan ke orang Kristen : “Kalau Allah memang Maha Kuasa, mengapa Allah perlu mengutus Yesus untuk mati menebus dosa manusia? Bukankah Allah bisa langsung mengampuni dosa manusia?” 

Ya, Allah memang Maha Kuasa, tapi Allah juga tidak pernah tidak menepati Firman-Nya, dan Allah juga tidak pernah bersikap tidak adil. Untuk menjawab pertanyaan di atas, kita perlu mengerti konsep dosa menurut Alkitab secara utuh. 

Dalam Kekristenan, ada 2 macam dosa : 
  1. Dosa kecil yang tidak membawa pada maut 
  2. Dosa besar yang membawa pada maut 
Salah satu dosa besar yang membawa pada maut adalah dosa Adam dan Hawa yang memakan buah terlarang di Taman Eden. Hukumannya adalah “pada hari kamu memakannya, pastilah kamu mati”  

Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati." (Kejadian 2 : 16-17) 


Lalu kenapa Adam dan Hawa tidak mati, malah beroleh keturunan? Karena kalau Adam dan Hawa mati maka manusia musnah. Allah mengasihi manusia, dan ingin menyelamatkan sebanyak mungkin manusia. Maka Allah menunjukkan kesabaranNya dengan mendiamkan dosa manusia di masa lalu untuk sementara waktu. Tapi Adam, Hawa, dan keturunannya harus tetap menyandang vonis mati atas dosa besar Adam dan Hawa di Taman Eden. Keturunan Adam dan Hawa juga lahir mewarisi vonis hukuman mati tersebut, karena semestinya manusia sudah musnah saat Adam dan Hawa dihukum mati pada hari mereka makan buah terlarang di Taman Eden. Itu sebabnya bayi yang baru lahir sudah ikut mengalami kutukan dosa asal seperti Adam dan Hawa : 
  • terbuang dari Taman Eden, 
  • lahir telanjang, 
  • hidup di dunia harus berjerih memperoleh makanan, 
  • wanita mengalami sakit saat melahirkan. 

Allah bisa saja mengampuni manusia dengan begitu saja. Tapi selain tidak mungkin melanggar FirmanNya, Allah kita juga Allah yang Adil. Kalau Allah menghapus dosa Adam dan Hawa begitu saja, Allah juga harus menghapus dosa Iblis begitu saja.. Dan Iblis selalu mendakwa manusia untuk dihukum di neraka bersamanya. Allah tetap berlaku adil pada manusia dan iblis. Maka Allah menyediakan tumbal pengganti untuk mati menggantikan Adam, Hawa dan keturunannya. 

Tumbal itu harus dalam wujud manusia, bukan terhitung dalam Adam, Hawa, dan keturunannya. Harus bernilai lebih tinggi dari Adam, Hawa, dan seluruh keturunannya. Maka Allah menyediakan Yesus untuk menjadi tumbal menggantikan Adam, Hawa, dan seluruh keturunannya. 

Mengapa Yesus layak menjadi tumbal Adam, Hawa, dan keturunannya? 
  1. Karena Yesus adalah Firman Allah yang datang ke dunia dalam wujud manusia, Ia lebih berharga dari Adam, Hawa dan seluruh keturunannya 
  2. Karena Yesus tidak terhitung di antara Adam, Hawa, dan keturunannya. Yesus bukan keturunan biologis Adam dan Hawa. Ia dikandung dari Roh Kudus, dan lahir dari rahim perawan Maria. 
  3. Yesus tidak punya anak dan istri 
  4. Yesus tidak pernah berbuat dosa.  
Kedatangan Yesus ke dunia untuk menebus dosa manusia adalah wujud kasih Allah pada manusia, untuk menyelamatkan manusia dari kematian kekal. Alkitab berkata : 

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3 : 16) 

Allah telah melakukan bagianNya untuk menyelamatkan umat manusia. Tapi apakah Adil kalau Allah tidak memberi jalan keselamatan juga bagi iblis? Ya, itulah sebabnya ada bagian yang harus dilakukan manusia agar iblis tidak mendakwanya. Manusia harus menerima karya keselamatan Allah, dengan mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat manusia, dan taat pada Firman Allah. 

Dengan pengorbanan Yesus Kristus, hutang mati atas dosa asal manusia telah lunas dibayar. Semua manusia yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat akan diselamatkan. Dakwaan iblis pada orang yang percaya pengorbanan Yesus telah dipatahkan, oleh kuasa darah Yesus dan oleh kesaksian kita. 

Kesaksian kitab Wahyu :

Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita. Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut. (Wahyu 12 : 10-11)